Sebulan ini saya belajar TOEFL. Saya belajar TOEFL otodidak, tapi juga sempat ikut pelatihan singkat sih di Max Havelaar English Course Solo. Awalnya saya ragu banget bisa mengerjakan TOEFL. Karena dulu sebelumnya saya pernah tes TOEFL resmi (yang bayarnya 500 ribu itu lho. Sertifikatnya dari ETS) dan skornya cuma 490. Huhuhu… sedih banget. Padahal apa-apa sekarang minimal skor 500. Kurang dikit lagi, kan?

TOEFL tips
TOEFL tips

Akhirnya saya bertekad belajar lebih giat. Dari pelatihan singkat di Max Havelaar English Course saya bener-bener dapet banyak rumus praktis. Rumus-rumus itu kemudian bisa diterapin sendiri untuk belajar pasca course-nya berakhir. Saya kasih beberapa bocoran rumusnya, kayak setelah to be pasti Ving/ V3, setelah modal pasti V1, setelah has/ have/ had pasti verb3, setelah do/ does/ did pasti verb1. Itu rumus pakem dan itu mempermudah banget dalam mengerjakan soal structure yang paling saya takuti. Selain itu ada banyak rumus-rumus untuk menemukan subjek. Karena, soal TOEFL itu sering mengecoh. Apa yang kelihatan sebagai subjek ternyata bukan subjek. Padahal, kalau kita udah tahu mana subjeknya, bakalan gampang banget ngejawab soal.

Selain di soal structure, ada banyak juga rumus di soal listening. Awalnya dijelasin rumus-rumus general kayak avoid similar voice dan pay attention to the second speaker. Tapi setelah itu ada banyak rumus yang lebih spesifik lagi. Misalkan, kalau soalnya tentang agreement jawabannya pasti yang ada kata agree, also, atau the same opinion. Misalkan:

Man : I’d like to take a trip down the coast this weekend.
Woman: me too
Narrator: What does the woman mean?
A. The woman want to go to a trip next weekend
B. The woman agrees to have a trip
C. The woman won’t go this weekend
D. The woman prepare the cost

Jawaban dari soal di atas adalah B (yang ada kata agree-nya). Jadi kalau soalnya tentang agreement (ada kata-kata me too, so do I, neither can I, I don’t either) itu pasti jawabannya yang ada kata agree, also, atau the same opinion. Ada 12 trik menganalisis soal listening. Dan trik-trik itu waktu saya terapin di buku yang saya beli di Togamas, bisa berlaku.

Untuk reading, triknya cuma 3 sih. Dan kita tetap harus rajin-rajin baca. Di reading ini, yang penting kita jangan terburu-buru saat membaca. Karena daya tahan baca orang Indonesia umumnya rendah, termasuk saya yang ga betah baca apalagi kalimat Bahasa Inggris, maka kita harus meningkatkan daya tahan baca kita. Jangan sampai ngantuk atau frustasi. Santai aja. Dan usahakan untuk sesi reading, kita punya satu jam. Satu set bacaan plus soal (biasanya satu bacaan untuk 10 soal) kita alokasikan waktu 10 menit. Kita juga diajarin cara mencari sinonim. Kan, di soal reading tuh sering banget ada soal suruh nyari padanan kata. Nah, ternyata ada rumusnya juga. Ada tabel yang bisa memudahkan kita mencari sinonim kata. Misal kata sad sinonimnya apa. Di opsi adanya dejected, captivating, thrifty, dan erudite. Sad itu, kan, perasaan negatif. Nah yang punya arti negatif-negatif gitu biasanya berawalan dengan de. Contohnya: decrease, destroy, decay, devastate, deregulate, dan lain-lain. Jadi, sinonim sad adalah dejected. Coba deh buka kamus hehehehe.

Nah, jadi yang penting kita tahu rumus dasarnya dulu. Kalau udah tahu rumus dasarnya enak. Baru setelah itu kita rajin latihan. Lama-lama kita jadi tambah cepet jawabnya. Lama-lama juga kita jadi sensitif sama pronounciation serta tempo bicara para bule. Selain itu, kalau sering latihan kita juga akan tahan dengan atmosfer stressful ngerjain soal TOEFL. Apalagi pas di reading, kesabaran dan ketenangan kita bener-bener diuji. Cuma dengan latihan aja kita bisa bener-bener sabar, teliti, qonaah, sakinah, mawadah, warahmah, lhooooo? Ya gitu deh pokoknya hehehe. Selamat belajar TOEFL.

Dian Ayu Rosalita (Alumni Ilmu Hukum UNS 2013)

0 Komentar