Mengapa Bahasa Inggris Menjadi Bahasa Internasional - Bahasa merupakan alat komunikasi kita. Tanpa bahasa kita tidak bisa menyampaikan pesan kita. Bahasa Inggris menjadi bahasa Internasional sejak abad ke-18 ketika Inggris menjadi negara terkuat di dunia. Bahasa Internasional sendiri berubah-ubah sesuai dengan pola perkembangan politik dan ekonomi dunia. Lantas bagaimana Bahasa Inggris bisa menjadi Bahasa Internasional?

Sejarah Bahasa Internasional
Bahasa Internasional di dunia ini sebenarnya tidak hanya Bahasa Inggris. Bahasa Purtugis pernah menjadi bahasa Internasional pula ketika Portugis dan Spanyol saling berlomba menguasai dunia. Bahasa Internasional terpengaruh iklim politik dan ekonomi dunia.
Lingua Franca atau disebut juga bahasa persatuan, diperlukan untuk memudahkan berkomunikasi pada kawasan yang multi bahasa. Contohnya, di Indonesia yang terdapat beraneka ragam suku, budaya, dan bahasa, menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Pada tingkat dunia, lingua franca yang digunakan adalah Bahasa Inggris.
Sebelumnya, di kawasan Asia Tenggara bahasa Arab pernah mejadi bahasa Internasional. Kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara kerap melakukan perdagangan dengan kawasan Timur Tengah. Banyak bahasa Arab pula yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Seperti Dunya diserap menjadi dunia, quran menjadi koran, derajat mulanya darajah, khatulistiwa mulanya khat al-istiwa, lafal mulanya lafazh, lalim mulanya zalim, masalah mulanya mas-alatun, menara mulanya minarah, resmi mulanya rasmiyyun, serikat mulanya syirkah, dan banyak lagi.
Bahasa Portugis juga pernah menjadi Lingua Franca. Portugis dan Spanyol pernah membagi dunia bagian timur pada perjanjian Saragosa. Di Indonesia sendiri banyak kosa kata bahasa Portugis yang diserap menjadi Bahasa Indonesia. Contohnya varanda menjadi beranda, bandeira menjadi bendera, botelha menjadi botol, igreja menjadi gereja, carreta menjadi kereta, camara menjadi kamar, cursos menjadi kursus, almario menjadi lemari, mas que menjadi meski, dominggo menjadi Minggu, Ingleso menjadi Inggris, escola menjadi sekolah, tabaco menjadi tembakau, dan banyak lagi.
Di kawasan lain pun Bahasa Internasional juga belum tentu Inggris. Seperti di kawasan Eropa pada abad pertengahan menggunakan Bahasa Latin sebagai lingua franca. 

Sejarah Bahasa Inggris
Bahasa Inggris awalnya berasal dari Jermanik Barat. Orang-orang Jermanik Barat adalah orang yang suka berpetualang dan kebanyakan dari mereka bermigrasi ke Pulau Britania pada abad ke-8. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Anglo-Saxon. Bahasa daerah orang-orang di Pulau Britania pun mejadi banyak bercampur dengan bahasa Anglo-Saxon. Kata English sendiri berasal dari kata Anglo yang berubah menjadi Englisc, kemudian English.
Pada abad ke-10 hingga abad ke-11 pergolakan politik terus terjadi. Inggris banyak mengalami peperangan dan banyak bersekutu dengan tentara dari Perancis dan Norman. Karena percampuran-percampuran inilah banyak lahir kosakata baru selama perang. Akibatnya, bunyi dalam Bahasa Inggris banyak yang tidak konsisten karena mengalami pengaruh dari berbagai bahasa.

Asal Mula Bahasa Inggris Menjadi Bahasa Internasional
Lingua Franca, alias bahasa persatuan, diperlukan untuk berkomunikasi pada kawasan yang memiliki beragam bahasa. Bahasa Inggris menjadi lingua franca sejak abad ke-18. Banyak faktor politik dan ekonomi yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai lingua franca. Berikut adalah sebab-sebabnya:

1. Inggris memiliki jajahan terbanyak
Inggris menjadi negara terkuat pada abad ke-18 karena memiliki armada laut yang kuat dan merupakan pelopor revolusi industri. Kedua faktor tersebut menjadi alasan Inggris mampu menaklukkan banyak negara. Bahkan Napoleon Bonaparte dari Perancis, yang mana merupakan negara terkuat kedua waktu itu, kewalahan mengalahkan Inggris dan menyerah pada 1815.
Penemuan mesin uap mengawali pertumbuhan industri di Inggris. Industri tekstil menjadi salah satu industri paling maju di Inggris. Mesin uap dapat mempercepat gerak mesin tekstil sehingga produksi kain menjadi jauh lebih banyak dalam waktu singkat.
Kemajuan industri ini menyebabkan Inggris kelebihan produksi dan harus membuang barang-barang produksinya. Inggris pun harus mencari negara jajahan untuk dapat menjual kelebihan barang produksi tersebut. Kekuatan armada lautnya menyebabkan Inggris mampu dengan mudah menaklukkan kawasan lain.
Indonesia sempat menjadi jajahan Inggris di bawah Raffles selama 6 tahun dari 1804 hingga 1811. Salah satu akibat dari penjajahan Inggris adalah penggunaan lajur kiri pada lalu lintas, seperti yang diterapkan di Inggris.

2. Banyaknya Imigran dari Inggris
Persebaran imigran Inggris disebabkan oleh bermacam-macam sebab. Sebab utama tentu karena penjajahan yang dilakukan Inggris. Banyaknya negara jajahan Inggris menyebabkan Inggris banyak mengirim tentaranya ke berbagai negara. Namun selain itu juga ada pula alasan keinginan merdeka dari politik yang diterapkan oleh pemerintahan Inggris.
Pada abad ke-17 banyak rakyat Inggris yang memutuskan pindah ke Benua Amerika. Keputusan mereka pindah bermacam-macam. Diantaranya kerena larangan memeluk agama selain Anglikan yang merupakan agama wajib di Inggris pada abad tersebut. Selain itu banyak pula rakyat yang ingin mencari kekayaan di benua baru tersebut.
Selain perpindahan ke Amerika, persebaran orang Inggris juga terdapat di benua Australia. Pada masa revolusi industri terjadi pengangguran besar-besaran karena penggunaan teknologi. Pengangguran ini menyebabkan naiknya angka kriminal, sehingga penjara di Inggris penuh. Pemerintah pun mengirim para tahanan ke benua Australia.
Perpindahan orang Inggris ke berbagai belahan dunia inilah yang menjadikan Benua Amerika dan Benua Australia serta menggunakan bahasa Inggris.

3. Amerika menjadi negara super power
Amerika dan Inggris bersekutu dalam Perang Dunia. Ketika Pihak sekutu menang, Amerika dan Inggris duduk di kursi The Big Five PBB. Keberadaan dua negara yang sama-sama menggunakan Bahasa Inggris ini tentu mendominasi bahasa di PBB.
Amerika resmi diakui menjadi negara superpower ketika Uni Soviet runtuh pada tahun 1991. Pasca kemenangan sekutu pada Perang Dunia kedua, Amerika dan Uni Soviet berselisih paham tentang ideologi. Akhirnya mereka membagi dunia menjadi dua ideologi liberal dan komunis. Runtuhnya Uni Soviet pada 1991 membuktikan bahwa Amerika menjadi satu-satunya negara adidaya.
Kemenangan Amerika membuat gerak perdangan ekspor-impor Amerika semakin leluasa. Barang-barang produksi Amerika tersebar di mana-mana. Termasuk film dan lagu karya Amerika hingga kini tersebar ke seluruh dunia. Hal ini semakin memperkukuh layaknya Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. 

Pentingnya Menguasai Bahasa Inggris
Keberadaan Bahasa Inggris yang telah diakui sebagai lunga franca di dunia, menyebabkan seluruh dunia menjadikan bahasa inggris sebagai mata pelajaran di sekolah. Tentu Bahasa Inggris sangat penting. Jika suatu negara tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris secara baik, maka negara itu tidak dapat bersosialisasi dengan negara lain. Untuk mencapai kesepakatan diplomasi, diperlukan komunikasi yang baik. Kesepakatan tidak dapat tercapai jika tidak terjadi komunikasi yang dapat dipahami kedua pihak.
Terlebih, di era global saat ini, bukan hanya pemerintah yang melakukan komunikasi internasional. Pihak swasta seperti perusahaan juga memerlukan kecakapan Bahasa Inggris untuk melakukan ekspor-impor. Bahkan, bukan hanya perusahaan besar dapat melakukan ekspor dan impor. Industri skala rumahan pun dapat melakukannya. Oleh karenanya, bahasa inggris sangat penting dikuasai.

0 Komentar