Kampus dosen jualan adalah sekolah untuk belajar jualan online. Lokasi Kampus Dosen Jualan waktu saya datang kemari pada tahun 2019, berada di desa Jatigrit. Samping sawah, dengan jalan belum diaspal. Masih bebatuan. Awalnya mungkin butuh penyesuaian, karena untuk cari makan go jek susah masuk ke sini. driver-nya harus tanya-tanya warga dulu. Apalagi kalau malam, kita harus keluar dari persawahan dulu.

Tapi lama-kelamaan kami terbiasa juga. Iklim pedesaan jadi menyenangkan. Udara sejuk, bahkan dingin, sampai 18 derajat celcius. Lokasi juga dekat dengan daerah wisata seperti Candi Prambanan, Candi Ijo, Tebing Breksit, Bukit Bintang, dan berbagai pantai di daerah Wonosari Gunung Kidul. Mungkin sekitar 40 menit sampai 1 jam untuk ke pantai.

Beruntung di sini warga ramah-ramah. Setiap malam di sini kami bertemu petani yang sedang panen padi, sambil membawa obor ditemani orang-orangan sawah yang kalau malam kelihatan serem sekali. Maklum lampu jalan juga jarang. Adanya cuma lampu rumah warga yang cahayanya tidak sampai jalan. Banyak tetangga yang punya sapi juga. Jadi setiap hari kami mendengar merdu suara lonceng sapi. Kalau malam langit juga bertabur bintang. Dari balkon kampus kelihatan. Maklum di sini belum banyak polusi cahaya, jadi bintang-bintang kecil yang nyalanya tidak begitu terang juga bisa kelihatan. Di daerah utara kelihatan deretan bukit Gunung Kidul.

Dari Jogja kota lokasinya sekitar 30 menit, kalau lalu lintas normal. Atau sekitar 45 menit kalau macet. Kalau datang dari Barat naik kereta bisa turun di stasiun Maguwo lalu naik taksi. Atau kalau naik bus bisa turun di terminal Prambanan (depan Candi Prambanan). Kalau datang dari Timur juga bisa turun di stasiun Maguwo, atau di Terminal Prambanan.

Harga makanan di sini cenderung miring. Sama seperti harga makanan di Yogyakarta atau Solo. Gado-gado, lotek, bakso sekitar 10ribu. Tapi di sini bisa beli katering kalau malas keluar. Kalau pagi atau siang go jek masih bisa masuk sampai depan kampus (Setelah tanya warga tentunya). Kalau malam, kasian driver-nya gelap gulita, euy!

Untuk koneksi , semuanya bisa. Telkomsel, indosat, XL. Three tidak bisa. Tapi kalau untuk dikoneksikan ke laptop, cuma bisa telkomsel. Saya sendiri pakai kartu saktu telkomsel. Saya beli online kartunya harga 55ribu. Kemudian saya isi pulsa reguler 75ribu. Kemudian saya daftarkan di *363#. Saya dapat 15 Gb tanpa pembagian waktu tanpa pembagian wilayah. Jadi 24 jam dan berlaku nasional. Itu juga masih gratis telpon sesama telkomsel dan gratis SMS sesama telkomsel. Kalau counter HP di sini ada, tapi ya harus keluar gang dulu. Bisa pakai gojek. Atau kalau ada teman bawa motor bisa pinja motor. Naik motor cuma 5 menit. Saya sarankan sih beli kartu sakti kayak saya, atau beli nomor di kota Anda, lalu diisi di sini. Karena kalau nomor di sini jarang ada. Adanya voucher isi ulang. Ada, sih, perdana. Tapi adanya agak jauh kata teman saya.

Pengalaman belajar Seo di sini betul-betul worth it. Sejauh ini, pembelajaran di sini sangat efektif. Karena proses belajar setiap hari, kontinu. Jadi peserta tidak mudah lupa. Jam belajar cukup panjang dari jam 8 pagi hingga sore jam 15.00. Tapi bertemu dengan peserta yang mayoritas punya semangat bisnis membuat saya benar-benar semakin bersemangat untuk membangun bisnis.

Belajar Bisnis dengan Pembicara Internet Marketing terbaik seIndonesia


Kampus dosen jualan memang menawarkan metode palatihan yang unik. Kami diajar langsung oleh Pak Dosen yang bernama Suryadin Laoddang asal Solowesi alias Sulawesi. Saya sendiri mengambil program magang SEO waktu pelatihan di sini. Masa inkubasinya 2 minggu. 15 pertemuan (Setiap hari dari Minggu sampai ketemu Minggu lagi. No break day. Hahahaha). Dari jam 08.00-15.00.
Tapi di sini, selain diajarkan program SEO, kami juga dicoaching langsung oleh Pak Dosen tentang dalam menangani bisnis kita. Saya sendiri bisnisnya Kursus Bahasa Inggris dengan brand Max Havelaar English Course. 

Kursus saya baru berdiri selama sepuluh bulan. Pak Dosen banyak memberi masukan ke saya. Jadi, sistem coachingnya itu kami dikumpulkan berdasarkan jenis usaha. Satu grup sekitar 5 orang. Kemudian kami diajak diskusi di ruang tamu. Suasananya hommy banget. Pak Dosen aja waktu ngecoaching kita pakai sarung J Ruang tamunya juga bener-bener kayak ruang tamu di rumah-rumah. Dengan makanan ringan di mejanya, dengan suara ayam berkokok tetangga, dengan suara lonceng sapi tetangga. Kebetulan lokasinya di desa, di pinggir sawah dengan pemandangan barisan bukit Gunung Kidul.

Kemudian kami satu per satu menceritakan usaha kita. Sudah berapa lama berjalan, kendalanya apa, harapan ke depan dalam bisnis mau apa. Buat yang belum punya bisnis, jangan khawatir. Beliau selalu ada ide dan jeli sekali melihat kemampuan orang bagusnya bisnis apa. Beliau juga sangat realistis tidak seperti coach lainnya yang selalu berteriak, “Usaha itu enak. Bisnis jalan, ownernya jalan-jalan.”

Beliau sangat realistis. Bahkan ada juga yang belum punya bisnis, justru disuruh kerja dulu ikut orang selama satu tahun, cari pengalaman, baru kemudian mengembangkan sendiri dengan meniru perusahaan yang pernah diikuti. Ada juga yang maunya mendirikan bisnis sendiri tapi karena tidak ada persiapan, beliau sarankan meneruskan bisnis orang tua saja. Jadi, beliau benar-benar memberi saran yang realistis bukan idealis utopis. Kita semua digali latar belakang keluarganya, ekonominya, sosialnya, jadi beliau bisa memberi saran sesuai kondisi kita.

0 Komentar