Tes TOEFL Mahal, Maka Perhatikan Tips TOEFL Ini Biar Skor Tinggi.
1 TIPS TOEFL  Belajar Jauh-Jauh Hari
Tentu kita tidak asing dengan ungkapan, “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.” Pepatah yang  kerap diidentikan dengan cara menabung ini rupanya juga perlu diterapkan dalam sistem belajar. Tahukah kalian jika Finlandia menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik? Bukan Amerika, bukan Inggris, bukan Jepang, tapi Finlandia si negara kecil di benua biru Eropa.

Kok bisa Finlandia menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik? Rupanya Finlandia menerapkan sistem belajar 45 menit yang kemudian disusul istirahat. Jadi, berdasarkan penelitian kerja otak bisa maksimal jika setelah 45 menit bekerja otak diistirahatkan. Cara kerja forsir sangat tidak dianjurkan karena otak hanya akan mampu menyimpan memori jangka pendek.

Di Indonesia, budaya ngaret alias terlambat juga terjadi pada sistem belajar. Banyak sekali di antara kita yang memilih menjadi deadliner alias penunda pekerjaan termasuk dalam hal belajar. Ujung-ujungnya kita hanya akan memiliki sedikit waktu mendekati hari-H untuk belajar. Dengan waktu yang pendek dan mepet, biasanya kita tidak tenang serta mudah panik. Alhasil, proses belajar kita tidak maksimal. Oleh karenanya, lebih baik kita belajar sedikit-sedikit, namun rutin setiap hari. Misalkan, satu hari satu jam. Lakukan kegiatan itu selama seminggu, dua minggu, atau bahkan beberapa bulan. Jangan jadi deadliner!

Sistem kontinuitas juga sangat membantu pemaksimalan kerja otak. Terutama dalam belajar bahasa. Bahasa membutuhkan skill menghafal, seperti menghafal vocabulary. Sistem belajar yang berkelanjutan rutin dilakukan setiap hari, akan membuat otak kita terus me-refresh ingatan. Kosa kata yang diulang-ulang terus setiap hari akan mudah terserap ke dalam otak kita. Bukankah ketika kita belajar Bahasa Indonesia kita juga bisa fasih karena sering mendengarnya? Nah, karena Bahasa Inggris bukan mother tongue kita, maka kita harus merepetisi vocabulary sesering mungkin. Jika kita belajar Bahasa Inggris satu jam setiap hari, maka vocabulary bisa terserap oleh otak kita.

2. Perbanyak vocabulary
Banyak kursus yang menawarkan trik menjawab soal TOEFL tanpa tahu artinya. But, to be frank, menggantungkan diri hanya pada trik tidak bisa berhasil seratus persen. Kita juga perlu memperbanyak vocabulary. Bahasa bukanlah matematika yang hanya memikirkan rumus. Mempelajari bahasa kita perlu mempelajari dua hal, rumus tata bahasa dan arti.

Soal TOEFL juga bukanlah soal Bahasa Inggris seperti di sekolah. Soal TOEFL dikeluarkan langsung oleh pihak Educational Testing Service (ETS) Amerika, sehingga pembuatnya adalah native speaker. Berbeda dengan soal Bahasa Inggris di sekolah yang dibuat oleh guru. Soal Bahasa Inggris di sekolah masih berkemungkinan tercampur dengan tata bahasa Indonesia sehingga lebih mudah dipahami. Sedangkan soal TOEFL betul-betul menggunakan ejaan dan tata bahasa baku Amerika.

Bahasan soal TOEFL juga bermacam-macam. Topik ekonomi, sejarah, kesehatan, teknik, astronomi, seni dan berbagai macam topik dibahas. Bahasa yang digunakan pun bukan lagi bahasa komunikasi sehari-hari, melainkan bahasa akademik. Otomatis vocabulary soal TOEFL berbeda dengan soal Bahasa Inggris yang selama ini kita pelajari di sekolah.

Lantas bagaimana cara memperbanyak vocabulary? Bahasa adalah seni yang tumbuh karena kebiasaan. Language is product of a habit. Kita bisa mengetahui jutaan kata Bahasa Indonesia karena kita terbiasa menggunakan bahasa Indonesia. Maka untuk memperbanyak kosa kata kita perlu membiasakan diri menggunakan Bahasa Inggris.

Ada orang yang menghafal 50 kata sehari. Cara itu sah-sah saja, tapi besar kemungkinan akan cepat lupa. Berbeda jika kata-kata tersebut diterapkan dalam komunikasi sehari-hari. Otak kita akan lebih cepat relate pada kata-kata tersebut. Contoh sederhana, selama ini kita tahu bahwa Bahasa Inggrisnya mendapat adalah “get”. Coba mulai sekarang ketika kita akan mengatakan get, kita ganti dengan “obtain” atau “acquire” maka perbendaharaan kata kita akan bertambah dengan cepat.

3. Pertajam skill listening
Sesi listening menjadi sesi yang cukup menegangkan. Diujikan di bagian pertama tes TOEFL, berjumlah 50 soal, dan hanya diberi waktu sekitar 5 detik untuk menjawab tiap soal membuat kita harus betul-betul fokus. Soalnya pun hanya dibacakan satu kali. Belum lagi opsi jawaban terkadang mirip-mirip. Sering pula pembicara mengucapkan kalimat Bahasa Inggris dengan sangat cepat dan tidak jelas.

Lantas bagaimana menyiasatinya? Ada banyak trik TOEFL yang diajarkan di kursus. Mulai dari trik menganalisis soal dan trik menjawab soal. Selain itu, kita juga perlu memperbanyak kosa kata dan mempertajam pendengaran.

Cara mempertajam pendengaran dapat bermacam-macam. Menonton video you tube, mendengarkan lagu, atau menonton film Bahasa Inggris. Namun, cara-cara itu tidak sepenuhnya bekerja. Bercakap-cakap menggunakan Bahasa Inggris lebih efektif untuk mempertajam pendengaran. Mengapa demikian?

Pada saat menonton video, film, atau mendengar lagu kita cenderung pasif. Kemampuan kita mengimitasi bunyi rendah karena kita terpengaruh oleh indahnya jalan cerita film atau indahnya nada lagu. Sedangkan pada saat bercakap-cakap menggunakan Bahasa Inggris, kita menjadi aktif. Ketika kita berhadapan dengan orang, alam bawah sadar kita lebih siap untuk merespon.

Ketika berbincang-bincang, kita mendengar kata-kata yang diucapkan lawan bicara, kemudian kita merekamnya dalam memori. Secara tidak langsung kita mengimitasinya dalam ingatan. Misalkan ketika seseorang berkata, “I’m going to follow you on Instagram”, maka secara tidak langsung kita menyadari bahwa going to adalah sinonim dari will. Kita juga merekam nada serta pronounciation-nya.

4. Jam terbang
Practice makes perfect. Sering melihat tulisan itu di halaman bawah buku-buku tulis? Nah, sekarang saatnya menerapkannya. Ada banyak sekali rumus dalam soal-soal TOEFL. Mampu menjawab saja tidak cukup. Selain tepat kita juga harus cepat menjawab. Kecepatan menjawab soal membuktikan kemampuan kita menggunakan Bahasa Inggris.

Kecepatan menjawab soal  TOEFL dapat ditingkatkan dengan cara sering berlatih. Jika sering berlatih, kita akan semakin akrab dengan rumus-rumus. dengan demikian, tanpa membaca soal berkali-kali kita kan langsung paham maksud soal.

Di sesi reading, banyak berlatih juga memberi banyak benefit. Banyak berlatih membuat kita lebih cepat membaca bacaan dan memahami kalimat. Kita bisa membaca dengan cara skimming untuk menghemat waktu dan segera mendapat jawaban.

Sering berlatih juga akan menumbuhkan mental.  Durasi dua jam untuk mengerjakan 140 soal, tentu akan sangat melelahkan. Sering berlatih membuat kita terbiasa dengan rasa lelah, sehingga kita tetap bisa berpikir jernih. Jadi, makin banyak jam terbang kita, makin mudah TOEFL dikerjakan.

5. Alokasi Waktu
Kepintaran menjawab saja belum cukup untuk mendapat skor TOEFL tinggi. Dibutuhkan pula kepintaran alokasi waktu. Durasi 2 jam terasa akan sangat cepat dan padat. 5 menit untuk membagikan soal, mengisi identitas diri, dan kegiatan administratif lainnya. Selanjutnya, 30 menit untuk sesi listening, 25 menit untuk sesi structure and written expression, dan sisanya 1 jam untuk sesi reading.

Beberapa penjaga tes berlaku ketat. Misalkan sesi structure and written expression habis, maka peserta harus berpindah ke bagian reading.  Tidak boleh masih melanjutkan sesi structure and written expression. Namun ada penjaga yang tidak tegas. Penjaga membiarkan peserta mengatur waktu sendiri.

Jika mendapat penjaga yang tidak tegas, maka kita harus pintar-pintar mengatur waktu. Yang paling penting adalah sesi reading. Usahakan sesi reading mendapat alokasi waktu satu jam. Sesi reading terdiri dari 50 nomor dengan lima bacaan. Satu bacaan untuk 9-11 nomor. Jadi, satu bacaan (10 nomor) dikerjakan kurang lebih 10 menit. Jika alokasi waktu reading kurang dari satu jam, dikhawatirkan peserta tidak teliti membaca.

6. Tetap Tenang
Tips ini berkaitan dengan sering berlatih. Kestabilan emosi sangat diperlukan saat mengerjakan TOEFL. Kebanyakan orang cepat panik ketika bertemu dengan soal yang sulit, tidak paham pembicara saat listening, atau ketika bertemu bacaan yang terlalu sulit.

Panik adalah pantangan saat mengerjakan TOEFL. Saat panik, soal mudah bisa jadi susah. Oleh karenanya, berapa pun waktu yang tersisa usahakan tetap tenang. Terutama pada sesi reading. Sesi reading terletak di bagian paling akhir. Secara psikologis kita sudah lelah karena harus fokus di bagian listening, dan teliti di bagian structure and written expression.

Sesi reading juga sering disepelekan karena orang mengira hanya tinggal membaca dan menjawab berdasarkan bacaan. Namun sesi reading justru paling menantang karena kita diminta membaca di sisa tenaga kita, sedangkan mayoritas orang Indonesia malas membaca. Jadi kepintaran menjaga emosi juga perlu ditumbuhkan dengan cara menambah jam terbang. Practice makes perfect, brother. Wise man said so!

7. Ubah lingkaran sosialmu
Terakhir, ubah lingaran sosial kita. Banyak yang berkata manusia adalah produk dari sekitarnya. Kebiasaan kita terbentuk dari sekitar kita. Kebiasaan belajar rutin, kebiasaan berbicara bahasa Inggris, kebiasaan berpikir positif, semua juga dapat muncul berkat dukungan lingkungan.

Jika kita tidak mendapat dukungan lingkungan seperti di atas, mungkin tidak ada salahnya kita mengikuti kursus. Kursus Bahasa Inggris di Solo. Di tempat kursus, kita bertemu dengan orang-orang yang satu visi, yaitu orang-orang yang ingin sukses belajar TOEFL. Dengan bertemu orang-orang yang sevisi, kita akan lebih mampu membulatkan niat belajar, seperti di Max Havelaar English Course. Tidak hanya bertemu teman-teman sevisi, kita juga akan dibimbing oleh tutor berdedikasi tinggi. Tutor Max Havelaar English Course tidak hanya mengajar, tetapi juga memotivasi siswa dengan cara yang fun. Durasi belajar 2 jam, dari Senin-Jumat selama 2 minggu. Durasi belajar yang dilakukan setiap hari bertujuan agar siswa dapat terlatih belajar secara kontinu. Selain itu durasi belajar setiap hari membuat siswa tidak lupa materi. Waktu siswa juga tidak banyak tersita, sehingga siswa bisa segera beraktifitas.






0 Komentar